Arab Saudi Membuka Lockdown

Di Bulan Ramadhan Arab Saudi Perlahan Membuka Lockdown

Diposting pada

Arab Saudi Membuka Lockdown Aturan lockdown di negara Arab Saudi perlahan mulai dibuka. Hal itu disampaikan langsung oleh duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi. Kelonggaran lockdown ini diperlakukan sampai tanggal 20 Ramadhan 1441 Hijriyah.

Namun sayangnya, kota Mekah dan Madinah masih tetap diperlakukan aturan lockdown selama 24 jam. Meskipun begitu berita ini ini merupakan kabar gembira untuk seluruh umat Islam di dunia.

Arab Saudi Membuka Lockdown

Sebagai bukti aturan lockdown mulai dicabut yaitu adanya beberapa toko retail dan pusat perbelanjaan di Arab Saudi mulai hari Rabu kemarin sudah mulai beroperasi. Meskipun begitu ada ada banyak aturan ketat yang masih berlaku di Arab Saudi untuk mencegah laju penyebaran virus Corona. Aturan-aturan nya adalah sebagai berikut:

  • Para pembeli harus diperiksa suhu tubuhnya
  • Suhu tubuh lebih dari 38 derajat langsung dibawa ke pusat medis terdekat
  • Dilarang mencoba produk kosmetik dan parfum
  • Dilarang menggunakan elevator (ditutup)
  • Mengikuti aturan sosial distancing
  • Anak anak dibawah 15 tahun tidak boleh masuk ke pusat perbelanjaan
  • Lansia dan orang dengan penyakit kronis, tetap tinggal di rumah
  • Cafe dan restoran masih tetap ditutup
  • Ruang ganti pakaian umum dan tempat ibadah tetap ditutup

Demikianlah beberapa aturan yang masih diterapkan di Arab Saudi meskipun kebijakan lockdown perlahan mulai dibuka.

Baca Juga : Dampak Korona, Muslim di Israel Melaksanakan Salat Tarawih di Parkiran

Menurut data terbaru di negara Arab Saudi ada sebanyak 24.097 kasus virus Corona. dari data itu ada sebanyak 3.550 orang dinyatakan sembuh dan 169 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu ada sekitar 70 orang warga negara Indonesia yang juga terkonfirmasi positif virus Corona di Arab Saudi. 61 WNI sedang menjalani masa karantina dan 6 orang dinyatakan sembuh.

Pemerintah Arab Saudi melakukan berbagai teknik pengujian atau tes untuk membantu kementerian kesehatan kerajaan Arab Saudi di dalam melacak dan mengobati virus Corona. Dengan teknik pengujian tersebut dampaknya cukup sukses. Yaitu dengan adanya kelonggaran lockdown.

Menurut juru bicara kementerian Arab Saudi, Dr Mohammed Al Abd Al Aly; “kami menandai area geografis atau berpenduduk di mana ada kemungkinan besar penyebaran virus Corona berskala besar.

Mereka ditangani dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan dan kemudian diperlakukan sebagai area terkonsentrasi yang pada gilirannya melindungi daerah disekitar mereka.

Demikianlah informasi berita dari Arab Saudi yang perlahan membuka lockdown di bulan Ramadan ini.