Hukum Merapikan Gigi Dalam Islam

Hukum Merapikan Gigi Yang Tonggos Dalam Islam

Diposting pada

Hukum Merapikan Gigi Dalam Islam ♦  Sebagai makhluk ciptaan ALLOH SWT, manusia dijadikan sebagai mahkluk paling sempurna dibandingkan dengan mahkluk ALLOH yang lain seperti binatang, jin dan yang lain. Meskipun begitu ternyata ada manusia yang merasa belum bisa bersyukur, sehingga ada sebagian orang yang merubah bagian tubuhnya sehingga terlihat lebih sempurna.

Berkaitan dengan itu, ada sebagian orang ingin terlihat sempurna dengan merubah giginya agar terlihat rapi dan menarik. Kita harus sadari bahwa meskipun kita sebagai mahkluk ciptaan ALLOH yang paling sempurna, saat manusia terlahir di dunia pasti juga memiliki kekurangan. Contohnya mungkin ada yang giginya tonggos, giginya tidak rata atau kekurangan yang lainya.

Ya mungkin dengan keadaan seperti orang-orang tersebut merasa kurang percaya diri. Sehingga mereka berusaha merapikanya dengan cara merubah bentuknya dengan operasi, menggerindanya (mempangur) dan dengan kikir. Lalu bagaimana sebenarnya penjelasan dalam Islam mengenai merpikan gigi dengan cara-cara tersebut? Boleh atau tidak?

Hukum Merapikan Gigi Dalam Islam

Mari kita simak riwayat hadis yang berkaitan dengan merapikan gigi berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللهِ لَعَنَ اللهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمَسْتَوْشِمَاتِ وَالْمُتَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللهِ تَعَلَى مَالِى لَا أَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ فِى كِتَابِ اللهِ وَمَا اٰتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ، رواه البخارى

Artinya: “Dari Abdillah: ALLOH melaknati pada perempuan yang mentato dan yang ditato, orang yang mencabut alis, dan orang yang meratakan gigi yang semua itu bertujuan agar terlihat bagus. Kenapa bagiku tidak melaknati perempuan yang merubah ciptaanya ALLOH. Padahal Nabi juga melaknati pada perempuan tersebut dalam kitab ALLOH (Quran). Apa-apa yang diperintahkan Nabi maka kerjakanlah”. (H.R Buchori)

Pada penjelasan hadis di atas dijelaskan bahwa orang yang meratakan gigi akan mendapat laknat dari ALLOH dan Nabi Muhammad SAW. Karena meratakan gigi termasuk salah satu cara untuk merubah ciptaan ALLOH. Karena juga di anggap tidak bisa menerima apa yang sudah diberikan ALLOH SWT.

Namun ada beberapa ulama yang menjelaskan bahwa, ada cara meratakan gigi yang tidak termasuk merubah ciptaan ALLOH atau diperbolehkan. Contohnya memasang behel di gigi sebagian ulama memperbolehkan karena itu adalah salah satu bentuk cara memperbaiki susunan gigi tanpa merubah.

Dan yang termasuk di larang adalah cara merapikan gigi dengan jalan operasi, kikir dan pangur. Prakteknya adalah gigi yang awalnya tonggos kemudian dioperasi menjadi rapid an tidak tonggos lagi.

Sebenaranya jika kita bisa merasakan hikmah yang diberikan ALLOH SWT kepada kita. Diri kita akan merasa menjadi orang yang sangat bersyukur, karena banyaknya nikmat ALLOH yang diberikan. Perlu diketahui bahwa setiap manusia yang lahir pasti ada kekurangan dan kelebihanya masing-masing. Semoga kita bisa memahami itu!

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *