Hukum Menyambung Rambut

Ternyata ini Akibatnya Orang Yang Menyambung Rambut (Memakai Wig)

Diposting pada

Hukum Menyambung Rambut ♦ Salah satu cara yang sering dilakukan oleh wanita untuk mempercantik wajahnya adalah dengan menyambung rambut. Hal ini menjadi trend dibeberapa kalangan wanita, karena dengan menyambung rambutnya, seorang wanita dapat merubah tampilan rambutnya sesuai dengan keinginannya. Mulai dari warnanya panjangnya dan bentuknya sehingga terlihat lebih menarik.

Tak hanya wanita ternyata trend menyambung rambut juga dilakukan oleh pria. Alasanya sama yaitu untuk membuat rambutnya terlihat lebih keren. Namun terkadang sebagian pria dan wanita itu sendiri menyambung rambutnya karena ada tuntutan  dari pekerjaan. Lalu bagaimana hukum mengenai masalah ini? Apakah dalam Islam memperbolehkan seseorang itu menyambung rambutnya meskipun dalam tuntutan pekerjaan?

Hukum Menyambung Rambut Pada Pria dan Wanita

Menggunakan wig apakah termasuk dalam kategori menyambung rambut? jawabnya iya karena memakai wig itu sendiri bertujuan untuk mempercantik bagian rambutnya. Dan terkadang warna wig itu bermacam-macam bentuknya sehingga ketika seseorang menggunakanya akan terlihat berlebihan. Agar kita tau hukum sebenaranya mengenai menyambung rambut, perhatikan penjelasan hadis berikut.

أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ إِنِّى أَنْكَحْتُ ابْنَتِى ثُمَّ أَصَا بَهَا شَكْوَى فَتَمَرَّقَ رَأْسُهَا وَزَوْجُهَا يَسْتَحِشُّنِى بِهَا أَفَأَصِلُ رَأْسَهَا فَسَبَّ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ، رواه البخارى

Artinya: “Sesungguhnya perempuan (Asma binti Abi Bakr) dating kepada Nabi maka dia menceritakan bahwa anaknya akan menikah tapi anaknya tiba-tiba terkena sakit panas yang menyebabkan rambutnya rontok. Lalu suaminya perempuan memerintahkan untuk menyambung rambut. Kemudian Nabi melarang orang yang menyambung rambut dan orang yang minta disambung rambutnya”. (H.R Buchori)

اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ لَعَنَ اللهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ،

Artinya: “Sesungguhnya Nabi melarang pada perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang minta disambung rambutnya. Dan juga ALLOH melaknati pada perempuan yang mentato dan perempuan yang di tato”.

Pada dua penjelasan riwayat hadis di atas, saya rasa cukup jelas bagi kita dalam memahami hukum menyambung rambut. bahwasanya hal tersebut memang benar-benar dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. Walaupun dalam keadaaan sakit tetap tidak boleh menyambung rambut atau memakai wig.

Baiklah semoga tulisan nasihat yang singkat ini dapat memberikan manfaat yang sebaik-baiknya bagi kita semua untuk sedikit demi sedikit mengerti tentang halal dan haram. Karena hakikatnya kita hidup di dunia ini adalah untuk mendapatkan kehalalan dari ALLOH SWT. Tetap semangat untuk beribadah, dan Terima kasih!

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *