hukum tajwid surat al-kafirun lengkap

Hukum Tajwid Surat Al-Kafirun Lengkap Dengan Penjelasan dan Kandungan

Diposting pada

Tajwid Surat Al-kafirun Lengkap ♦ Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, berjumpa lagi bersama saya nada313. Semoga kita selalu diberikan kesehatan oleh ALLAH SWT, sehingga kita bisa selalu semangat di dalam beraktifitas. Kali ini kita akan mempelajari hukum tajwid yang terdapat dalam surat Al-Kafirun secara lengkap.

Surat Al-Kafirun merupakan surat ke 109 dalam Al-Qur’an, dan merupakan ayat makiyah, atau surat yang diturunkan di Mekah. Jumlah surat An-Nashr ada 6 ayat, 27 kata dan 98 huruf. Surat Al-Kafirun memiliki arti orang-orang kafir. Dan langsung saja berikut ini pembahasan tajwidnya di ayat 1-3.

Hukum Tajwid Surat Al-Kafirun Lengkap Dengan Penjelasan

tajwid surat al-kafirun

AYAT 1

  1. يَا أَيُّهَا : Mad jaiz, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah di lain kalimat. Cara membacanya panjang seperti mad thabi’i 2 harakat atau 4 harakat.
  2. الْكَا : Al qomariah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf kaf.  Cara membacanya harus terang dan jelas.
  3. فِرُونَ : Mad arid lisukun, karena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’i. Cara membacanya boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

AYAT 2

  1. لَا أَعْبُدُ : Mad jaiz, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah di lain kalimat. Cara membacanya panjang seperti mad thabi’i 2 harakat atau 4 harakat.
  2. تَعْبُدُونَ : Mad arid lisukun, karena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’i. Cara membacanya boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

AYAT 3

  1. وَلَا أَ : Mad jaiz, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah di lain kalimat. Cara membacanya panjang seperti mad thabi’i 2 harakat atau 4 harakat.
  2. أَنتُمْ : Ikhfa haqiqi, karena ada nun mati/tanwin bertemu dengan huruf ta. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf ta.
  3. أَعْبُدُ : Qolqolah kubro, karena ada huruf dal mati di akhir kalimat. Cara membacanya membalik membentuk huruf dal.

AYAT 4

  1. وَلَا أَنَا : Mad jaiz, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah di lain kalimat. Cara membacanya panjang seperti mad thabi’i 2 harakat atau 4 harakat.
  2. بِدٌ مَّا : Idgham bighunnah, karena ada fatkhahtain bertemu dengan huruf mim. Atau bisa juga sebagai ghunnah musyaddah, karena ada mim yang bertasdyid. Cara membacanya masuk dengan mendengung.
  3. عَبَدتُّمْ : Idgham mutajanisaen, karena ada huruf dal mati bertemu dengan huruf ta. Cara membacanya masuk ke huruf ke huruf pertama dan kedua.

AYAT 5

  1. وَلَا أَ : Mad jaiz, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah di lain kalimat. Cara membacanya panjang seperti mad thabi’i 2 harakat atau 4 harakat.
  2. أَنتُمْ : Ikhfa haqiqi, karena ada nun mati/tanwin bertemu dengan huruf ta. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf ta.
  3. أَعْبُدُ : Qolqolah kubro, karena ada huruf dal mati di akhir kalimat. Cara membacanya membalik membentuk huruf Dal.

AYAT 6

  1. لَكُمْ دِ : Idhar safawi, Idhar safawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf dal. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.
  2. دِينُكُمْ وَ : Idhar safawi, Idhar safawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf wawu. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.
  3. دِينِ : Mad arid lisukun, karena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’i. Cara membacanya boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Isi Kandungan Surat Al-Kafirun

tajwid surat al-kafirun

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”.

Secara umum ayat ini ditujukan untuk semua umat manusia supaya bisa saling menghormati antar umat beragama. Atau yang biasa dikenal dengan istilah toleransi umat beragama.

Ayat ini ditujukan untuk orang-orang kafir yang tidak mau menyembah ALLOH SWT. Mereka mempunyai pendirian bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah tuhan semesta alam. Tuhan-tuhan mereka adalah patung atau berhala yang mereka sembah.

Namun meskipun orang-orang kafir tetap tidak mau menyembah ALLOH SWT. Nabi Muhammad SAW tetap beamar ma’ruf kepada orang-orang kafir supaya mereka bisa insaf. Dan jika dengan cara yang lembut mereka tetap tidak mau, maka Nabi harus menggunakan dengan cara yang kasar yaitu dengan perang.

Demikian pembahasan tajwid surat Al-Kafirun semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *