Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32 Lengkap

Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32 Lengkap Dengan Penjelasan dan Kandungan

Diposting pada

Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32 Lengkap ♦ Assalamualaikum warahmatullaji wabarakatuh, bagaimana kabar anda semua? Semoga kita semua selalu dalam lindungan ALLOH SWT. Terlebih saat ini dunia sedang mengalami musibah yang besar dengan mewabahnya virus corona.

Mari kita semua selalu berdoa kepada ALLOH SWT agar senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dan kebarokahan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Karena kita harus pahami bahwa semua itu dari ALLOH dan akan kembali kepada ALLOH juga.

Kali ini saya akan menuliskan penjelasan mengenai hukum tajwid yang terdapat di dalam surat Al Maidah ayat 32. Penulisan hukum tajwidnya saya sajikan dalam bentuk nomer disertai huruf yang terkena hukum tajwid. Agar anda dapat memahaminya dengan mudah.

Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32 Lengkap Dengan Penjelasan

Mohon untuk diperhatikan dengan baiki!

Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32 Lengkap

1. مِنْ اَ = Idhar halqi, karena ada huruf nun mati/sukun bertemu dengan huruf alif. Cara membacanya adalah jelas di mulut.

2. اَجْلِ = Qolqolah sugra, karena ada huruf jim mati/sukun ditengah kalimat. Cara membacanya harus bergerak dan berbunyi seperti membalik huruf jim.

3. كَتَبْنَا = Qolqolah sugra, karena ada huruf bak mati/sukun ditengah kalimat. Cara membacanya harus bergerak dan berbunyi seperti membalik huruf bak.

4. بَنِيْ إِ = Mad jaiz, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah di lain kalimat. Cara membacanya panjang seperti mad thabi’i 2 harakat atau 4 harakat.

5. إِسْرَاءِ = Mad wajib, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kalimat. Cara membacanya panjang 5 harakat.

6. اَنَّهُ = Ghunnah musyaddah, karena ada huruf nun yang bertasydid. Cara membacanya masuk dengan mendengung.

7. اَنَّهُ مَن = Mad shilah qashirah, karena sebelum hak dhamir ada huruf hidup (berharakat). Cara membacanya panjang 2 harakat seperti mad thabi’i.

8. مَنْ قَتَلَ = Ikhfa haqiqi, karena ada huruf nun mati/sukun bertemu dengan hurud qaf. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf qaf.

9. نَفْسًابِغَيْرِ = Iklab, karena ada kasrah tein bertemu dengan huruf bak. Cara membacanya membalik membentuk huruf mim.

10. بِغَيْرِ = Mad layin, karena ada tanda baca fatkkhah bertemu dengan huruf ya mati. Cara membacanya sekedar lunak dan lemas.

11. نَفْسٍ اَ = Idhar halqi, karena ada tanda fatkah tein bertemu dengan huruf alif. Cara membacanya adalah jelas di mulut.

12. اَوْ = Mad layin, karena ada tanda baca fatkkhah bertemu dengan huruf wawu mati. Cara membacanya sekedar lunak dan lemas.

13. فَسَادٍفِى = Ikhfa haqiqi, karena ada tanda baca fatkhah tein bertemu dengan hurud fa. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf fa.

14. فِى الْارض = Al qomariah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf alif.  Cara membacanya harus terang dan jelas.

15. فَكَاَنَّمَا = Ghunnah musyaddah, karena ada huruf nun yang bertasydid. Cara membacanya masuk dengan mendengung.

16. النَّاسَ = Ghunnah musyaddah, karena ada huruf nun yang bertasydid. Cara membacanya masuk dengan mendengung. Atau Al syamsiah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf alif nun, Cara membacanya harus dimasukan di idghamkan.

17. جَمْعًا = Mad iwad, karena ada fatkhahtain yang jatuh pada waqaf. Cara membacanya dipanjangkan seperti mad thabi’i dan tidak dibaca seperti tanwin.

18. وَمَنْ اَ = Idhar halqi, karena ada huruf nun mati/sukun bertemu dengan huruf alif. Cara membacanya adalah jelas di mulut.

19. فَكَاَنَّمَا = Ghunnah musyaddah, karena ada huruf nun yang bertasydid. Cara membacanya masuk dengan mendengung.

20. فَكَاَنَّمَااَ = Mad jaiz, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah di lain kalimat. Cara membacanya panjang seperti mad thabi’i 2 harakat atau 4 harakat.

21. النَّاسَ = Ghunnah musyaddah, karena ada huruf nun yang bertasydid. Cara membacanya masuk dengan mendengung. Atau Al syamsiah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf alif nun, Cara membacanya harus dimasukan di idghamkan.

22. جَمْعًا = Mad iwad, karena ada fatkhahtain yang jatuh pada waqaf. Cara membacanya dipanjangkan seperti mad thabi’i dan tidak dibaca seperti tanwin.

23. وَلَقَدْ = Qolqolah sugra, karena ada huruf dal mati/sukun ditengah kalimat. Cara membacanya harus bergerak dan berbunyi seperti membalik huruf dal.

24. جَاءَ = Mad wajib, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kalimat. Cara membacanya panjang 5 harakat.

25. تْهُمْ رُ = Idhar safawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf ro’. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.

26. ثُمَّ = Ghunnah musyaddah, karena ada huruf mim yang bertasydid. Cara membacanya masuk dengan mendengung.

27. اِنَّ = Ghunnah musyaddah, karena ada huruf nun yang bertasydid. Cara membacanya masuk dengan mendengung.

28. كَثِيْرًا مِنْهُم = Idgham bighunnal, karena fatkhantain bertemu dengan huruf mim. Cara membacanya masuk dengan mendengung.

29. مِنْهُم = Idhar halqi, karena ada huruf nun mati/sukun bertemu dengan huruf hak. Cara membacanya adalah jelas di mulut.

30. مِنْهُمْ بَعْدَ = Ikhfa safawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf bak. Cara membacanya samar di bibir dan didengungkan.

31. فِى الْارض = Al qomariah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf alif.  Cara membacanya harus terang dan jelas.

32. لَمُسْرِفُوْنَ = Mad arid lisukun, karena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’i. Cara membacanya boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Demikian rincian hukum tajwid surat Al-Maidah ayat 32

Isi Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 32

Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32 Lengkap

Artinya: “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”.

Ayat ini merupakan ayat hukum yang ditujukan khusus kepada orang-orang bani isroil dan umumnya kepada semua manusia. Yang isinya ketika seseorang melakukan pembunuhan kepada orang yang tidak berhak dibunuh atau membuat kerusakan kepada sesama manusia, maka orang tersebut akan mendapatkan dosa besar yang seakan-akan membuat kerusakan di seluruh penjuru bumi.

Dan orang yang dapat menahan untuk berbuat kerusakan, baik yang akan dilakukan orang lain atau sendiri. Maka dia akan mendapatkan pahala yang besar. Karena telah menghidupkan kebaikan kepada sesama manusia. Namun sayangnya meskipun ada keterangan yang menjelaskan seperti itu bahkan ada rosul yang diutus langsung oleh ALLOH. Masih banyak manusia yang berbuat kerusakan dan saling membunuh.

SEMOGA BERMANFAAT!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *