LDII Bangun Masjid di Kongo – Afrika

Diposting pada

Halo sahabat nada… Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai penduduk beragama Islam terbesar. Islam di Indonesia dianut oleh berbagai macam suku dan ras di seluruh penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dengan banyaknya suku dan ras yang memeluk Islam tapi tetap dasar negara kita adalah Pancasila guna terus mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Di Indonesia juga mempunyai organisasi Islam yang beragam, dari yang baru sampai yang bermunculan dibeberapa waktu yang lalu. Sebut saja ada organisasi Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), LDII, dan masih banyak lainya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Meskipun berbeda organisasi semua organisasi  tetap selalu menjaga kesatuan dan persatuan.

Organisasi Islam LDII

Salah satu organisasi Islam terbesar yang ada di Indonesia adalah LDII atau singkatan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Organisasi Islam ini berdiri sekitar 18 tahun yang lalu tepatnya tanggal 19-20 November 1990. LDII tergolong organisasi Islam yang relatif muda dibandingkan dengan saudaranya yaitu Muhammadiyah dan NU.

LDII tersebar di seluruh penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan penganutnya pun beragam dari mulai SDTT sampai dengan seorang guru besar atau profesor, dari yang belum bekerja sampai yang menjadi direktur disebuah perusahaan yang tinggi. Semuanya jadi satu, karena dari pandangan Alloh semua manusia itu sama, tidak ada bedanya.

LDII menerapkan sistem peramutan bagi seluruh warganya yang ada di Indonesia dengan mengirimkan mubaligh diseluruh penjuru Indonesia bahkan sampai ke pelosok-pelosok Indonesia. Dan sampai sekarang LDII mengalami kemajuan yang sangat pesat. Tidak hanya di Indonesia tapi ada kurang lebih 40 negara dari 5 benua ada warga LDII. Benua Asia, Eropa, Amerika, Australia, dan Afrika, dan baru-baru ini mendirikan masjid di benua Afrika tepatnya di Negara Kongo.

LDII Bangun Masjid di Kongo

LDII memang sudah tersebar keseluruh penjuru dunia, seperti info yang saya dapatkan baru-baru ini LDII membangun masjid di Kongo. Masjid tersebut diberi nama Masjid Luhur Nurhasan, masjid tersebut dibangun berkat kerjasama warga LDII yang ada disana. Memang mayoritas penganut LDII disana adalah orang asli Kongo.

Sesuai dengan konsep peramutan yang menjadi sistem di LDII, LDII mengirimkan beberapa mubaligh untuk membina para warga LDII yang ada disana, tentunya yang sudah ahli berbahasa Kongo. Sudah sekitar 5 tahun yang lalu LDII membina warga LDII yang ada di Kongo. Dan ada banyak sekali warga Kongo yang antusias mengikuti pengajian LDII.

LDII Kongo Mengirimkan Gurunya untuk Belajar Ilmu di Kediri

Agar warga LDII yang ada di Kongo, warga Kongo selanjutnya mengirimkan salah seorang gurunya untuk dapat belajar ilmu yang diajarkan LDII. Bisa dikatakan guru tersebut mondok di pesantren LDII yang ada di Kediri sampai semua ilmu tersebut bisa terserap dan dapat membina warga LDII Kongo.

Tidak hanya belajar ilmu agama saja, guru yang dikirim dari Kongo tersebut juga belajar senia bela diri milik LDII yaitu Persinas ASAD. Guna dapat menjaga dirinnya dari bahaya yang datang.

Demikian artikel dari saya mudah-mudahan dapat bermanfaat. Terima kasih!

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *