perintah dan larangan Nabi Muhammad

7 Perintah dan 7 Larangan Nabi Muhammad SAW Kepada Umatnya

Diposting pada

Perintah dan Larangan Nabi Muhammad ♦ Sebagai umat muslim, kita fahami bahwa kita harus mengikuti apa yang diperintahkan dan apa yang di larang oleh Nabi Muhammad SAW. Karena jika kita dapat melaksanakan kedua hal tersebut, maka kita dapat menjadi muslim yang sempurna karena telah mengikuti sunnahnya Nabi Muhammad SAW.

Sebenarnya ada banyak sekali perintah dan larangan Nabi Muhammad SAW kepada kita sebagai umatnya. Namun ada 7 perintah dan 7 larangan yang pokok yang secara jelas hal itu diterangkan dalam al-hadist. Apa sajakah perintah dan larangan tersebut semuanya akan dijelaskan pada artikel di bawah ini. untuk itu anda dapat menyimaknya agar anda bisa faham.

Perintah dan Larangan Nabi Muhammad SAW

Perintah Nabi Muhammad adalah sunnah yang apabila dilaksanakan akan mendatangkan pahala. Sedangkan larangan Nabi Muhammad adalah sesuatu yang tidak boleh dikerjakan, dan jika dikerjakan maka orang tersebut akan mendatangkan dosa. Kita harus fahami itu, bahwa saat kita tidak dapat melaksanakan dalam artian melanggar perintah berarti kita tidak akan dapat bertemu Nabi Muhammad SAW.

Sebab secara urutan bahwa jika kita bisa melaksanakan perintah Nabi Muhammad berarti kita juga dapat melaksanakan perintah ALLAH SWT. Jika kita melanggar perintah Nabi Muhammad SAW maka kita juga telah di anggap melanggar perintah ALLAH SWT. Jadi, dua hal tersebut dapat dijadikan sebagai tanda ketaqwa’an kita kepada ALLAH SWT.

7 Perintah dan 7 Larangan Nabi Muhammad SAW Kepada Umatnya

عَنِ الْبَرَاءِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ اَمَرَناَ النَّبِىُّ صَلَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهاَناَ عَنْ سَبْعٍ اَمَرَنَا بِاتَّبَاعِ الْجَنَاىئِزِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ وَاِجَابَةِ الدَّاعِى وَنَصْرِالْمَظْلُوْمِ وَاِبْرَارِالْقَسَمَ وَرَدِّالسَّلَامِ وَتَشْمِيْتِ الْعَاطِسِ وَنَهَانَا عَنْ اٰنِيْةِ الْفِضَّةِ وَخَاتَمَ الذَّهَبِ وَالْحَرِيْرِ وَالدِّيْبَاجِ وَالَقَسِىِّ وَالْاِسْتَبْرَقِ وَالْمِيْثَرَةِالْحَمْرَاءِ

Artinya: “Barok berkata bahwa Nabi perintah kepada kami dengan 7 perkara dan Nabi juga melarang kami pada 7 perkara yaitu Nabi perintah kepada kami untuk mengantarkan jenazah, menjenguk orang sakit, menghadiri undangan, menolong orang yang dianiyaya, memperbaiki sumpah dan menjawab salam. Nabi melarang kami untuk menggunakan wadah dari perak dan emas, cincin emas bagi laki-laki, memakai sutra bagi laki-laki. (HR. Bukhori)

Perintah Nabi Muhammad

  1. Mengantarkan jenazah ke kuburan karena ada banyak sekali nasehat hikmah yang terjadi saat proses pemakaman, bahwa kita nanti juga akan mengalami kematian. Sehingga kita bisa bersiap untuk mengumpulkan pahala sebagai bekal.
  2. Menjenguk orang sakit karena sebagai obat penghibur orang yang sedang sakit tersebut agar dapat tabah menghadapi sakitnya.
  3. Menghadiri undangan karena sebagai penguat tali silaturahmi, sehingga saat kita hadir dalam undangan tersebut maka seakan-akan hilanglah rasa iri dan dengki kepada saudaranya tersebut.
  4. Menolong orang dianiyaya karena sebagai bentuk rasa kemanusiaan kepada sesama yang melihat saudaranya tak berdaya teraniyaya.
  5. Memperbaiki sumpah adalah kewajiban orang iman yang harus dilaksanakan, sumpah sebagaimana nadzar, jika tak mampu melaksanakannya, maka harus membayar kafarah.
  6. Menjawab salam adalah wajib, karena ketika orang tersebut mengucapkan salam, maka berarti orang tersebut mendoakan baik kepada kita.
  7. Mendoakan bersin kepada orang yang mengucapkan Alhamdulillah. Bagi kita yang mendengar mengucapkan yarhamukalloh.

Larangan Nabi Muhammad

  1. Menggunakan wadah dari perak atau emas, karena terlalu berlebihan dan mencerminkan sifat kesombongan.
  2. Menggunakan cincin emas bagi pria, karena memang sudah menjadi ketentuan, bahwa pria tidak boleh menggunakan cincin emas.
  3. Sedangkan No 3 – 7 larangan untuk menggunakan kain sutra bagi laki-laki. Mulai dari sutra harir, dibah, qosiy, istabroqi dan mitsarotil hamro’

Demikian penjelasan mengenai perintah dan larangan Nabi Muhammad SAW. Semoga kita yang sebagai umatnya dapat melaksanakan sunah-sunah tersebut. Sehingga kita nanti saat di Akhirat dapat bertemu dengan Baginda Rasululloh SAW. Semoga kutipan hadis terseut dapat menambah ketqwaan kita kepada ALLAH SWT. AMINN..

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *