Menyayangi Anak dalam Islam

Perintah Menyayangi Anak Menurut Islam

Diposting pada

Menyayangi Anak dalam Islam ♦ Anak adalah ladang pahala bagi orang tuanya, bahkan ketika orang tuanya sudah meninggal. Prakteknya anak tersebut mendoakan orang tuanya tersebut maka aliran pahala akan terus menerus dikirimkan kepada orang tuanya yang telah meninggal. Maka dari itu Nabi Muhammad memerintahkan kita semua agar selalu menyayangi anak kita.

Untuk itu saat di dunia, kita sebagai orang tua diwajibkan untuk membimbing anak-anak kita agar menjadi anak soleh dan solehah. Karena tentunya hanya anak soleh dan solehah sajalah yang dapat mendoakan orang tuanya. Jangan sebaliknya kita hanya membiarkan anak kita tanpa ada bimbingan dan kasih sayang sehingga anak-anak kita tidap terperhatikan yang membuatnya jadi mbedugal. Karena nantinya yang rugi adalah orang tuanya.

Perintah Menyayangi Anak

Ada baiknya di waktu yang longgar ini kita bisa saling memahami sebuah riwayat hadis yang menjelaskan tentang perintah untuk menyayangi anak. Agar kita bisa sama-sama mengerti dan faham begitu pentingnya kasih sayang orang tua untuk anak. Sehingga dalam prakteknya saat membimbing anak-anak kita selalu bisa senang dan gembira.

Berikut ini salah satu riwayat hadis tentang menyayangi anak:

قَالَ اَبْصَرَ الْاَقْرَعُ بْنُ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يُقَبِّلُ الْحَسَنَ قَالَ ابْنُ اَبِى عُمَرَ الْحُسَيْنَ وَالْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِى مِنَ الْوَلَدِ عَشَرَةً مَا قَبَّلْتُ اَحَدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اِنَّهُ مَنْ لَايَرْحَمْ لَايُرحَمْ، رواه الترمذي

Artinya: “Abi Huroiroh berkata: ketika itu Aqro’ bin Absor melihat Nabi SAW mencium Hasan, (menurut Ibnu Abi Umar) Hasan dan Husain. Lalu Aqro’ berkata: wahai Nabi saya punya 10 anak tapi saya tidak pernah mencium seorangpun dari mereka. Lalu Nabi SAW menjawab: sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi orang lain, maka dia tidak akan disayangi”. (H.R Tirmidzi).

Perintah Untuk Menyayangi Anak Menurut Islam

Sesuai dengan penjelasan 1 hadis di atas bahwa Nabi memberikan contoh kepada umatnya untuk selalu menyayangi anaknya. Prakteknya Nabi mencium pada cucunya yang bernama Hasan dan Husain. Kemudian setelah itu Nabi memberikan nasihat kepada umatnya agar kita bisa menyayangi kepada semua orang khususnya anak, agar kita juga di sayangi oleh mereka.

Perintah menyayangi di sini mempunyai timbal balik kepada orang yang mampu menyayangi kepada siapapun. Termasuk anak, jadi anak akan merasa bahagia dan senang melihat kasih sayang yang diberikan orang tuanya. Anak merasa diperhatikan orang tuanya, sehingga Insya ALLOH anak-anak kita akan mudah untuk diarahkan dan dibimbing.

Terlebih jika anak tersebut adalah anak yatim, maka hukumnya wajib untuk menyayangi. Selain itu kita akan mendapatkan pahala yang banyak sekali dari ALLOH SWT. Karena anak yatim tidak bisa mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari orang tuanya. Untuk itulah kita diwajibkan untuk menyayangi anak-anak.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai perintah untuk menyayangi anak. Semoga kita sebagai orang tua dapat mengarahkan dan membimbing anak-anak kita menjadi anak-anak yang solih dan solihah. Sehingga bisa menjadi ladang pahala bagi kita. AMINN…!

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *