HAJATAN

Rewang? 2 Minggu Beturut-turut

Diposting pada

Halo sahabat nada313… Alhamdulillah hari ini saya capek banget, 2 minggu ini saya harus melaksanakan kegiatan wajib yang harus sangat dilakasanakan. Apa itu? Dalam 2 minggu terkahir ini, saya harus rewang ketempat para tetangga-tetangga saya. Apa itu rewang? Mungkin masih ada yang belum tahu mengenai istilah rewang. Hehe saya jelaskan…

Pengertian Rewang

Rewang berasal dari bahasa jawa, yang mempunyai arti membantu tetangga yang sedang mempunyai hajat / hajatan. Hajatan yang dimaksud bisa berupa khitanan, pernikahan, kelahiran bayi, pembangunan rumah dan lain-lain. Jadi selama 2 minggu terakhir ini saya harus rewang ketempat 3 orang yang berbeda.

Di minggu pertama, selama 4 hari saya rewang ke tempat bapak Marjo. Di minggu kedua, selama 3 hari saya harus rewang ke tempat bapak Sarjo. Dan setelah selesai di tempat bapak Sarjo, langsung menuju ke tempat bapak Supri. Waow full,,, rasanya capek bercampur mules, kenapa? Jawabnya karena akhir bulan. Dan sebentar lagi ada 2 saudara lagi yang akan menyuruh untuk rewang lagi…

Saat saya rewang ya, itu ndak Cuma datang tok. Tapi ya harus menyiapkan segala sesuatunya untuk diberikan kepada pemilik hajat. Contoh bisa uang, bisa barang, dan yang lainya. Masalahnya bagi saya ini adalah akhir bulan, pasti yang biasa kerja di perusahaan udah tau kalau akhir bulan gimana. Ya… namanya kewajiban untuk membantu tetangga ya tetep harus dilaksanakan.

Kegiatan yang Dilakukan Saat Rewang

Banyak sekali kegiatan yang dilakukan saat rewang ditempat tetangga atau saudara. Contohnya bagi yang perempuan membantu masak dan menyiapkan makanan. Dan yang laki-laki contohnya memasang tarub / tenda dan juga biasanya ada yang nyuci piring. Sebagian lagi ada yang munjung (mengantarkan makanan ketempat orang yang dituju).

Biasanya saat rewang kalau yang laki-laki, jam kerjanya antara jam 8 sampai jam 12 siang, tapi nanti saat malam tiba bagi laki-laki supaya jaga malam ditempat yang punya hajat dengan semampunya.

Nah kalau yang perempuan si biasanya full sehari, karena maklum banyak sekali masakan yang akan dihidangkan bagi para tamu undangan saat hari H. Tapi sebenaranya untuk waktu fleksibel.

REWANG IBU-IBU

Kegiatan rewang memang menjadi tradisi yang unik bagi masyarakat di daerah saya secara keseluruhan. Saya adalah orang jawa yang tinggal di Lampung atau biasa orang menganggap JOLAM (Jowo Lampung). Mungkin rewang ini adalah tradisi yang dibawa dari pulau jawa sana. Kemudian dibawa oleh orang-orang yang datang ke Lampung.

Sebenarnya rewang kalau dilihat dari filosofinnya sangat positif sekali, yang pertama menjadi sarana untuk silaturrahim bagi para anggota keluarga. Terutama bagi para anggota keluarga yang rumahnya jauh sehingga dapat berkumpul lagi. Yang kedua dapat meningkatkan kekompakan antar tetangga karena mereka saling membantu untuk mensukseskan hajatannya, dan masih banyak sekali hal-hal postif dari rewang.

Ya begitulah kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat rewang didaearah saya, apa ditempatmu juga begitu? Tapi sebenarnya kalau menurut saya sendiri banyak sekali hal positif yang didapat saat ada rewangan seperti itu.

Alasan Menulis Artikel Rewang

Mungkin setelah membaca artikel ini, banyak diantara para pembaca yang merasa aneh dan kikuk. Apa maksud dari penulis menuliskan artikel ndak jelas ini? Haha… ndak papa jika para pembaca menganggap seperti itu. Karena memang dari tulisan-tulisan ini banyak yang ndak jelas, coba lihat dari bahasanya medok dan kata-katanya yang ndak tersusun.

Saya menuliskan artikel ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para pembaca, bahwa di daerah saya masih banyak sekali tradisi yang positif bagi para penduduknya. Meskipun saat ini, banyak orang yang menganggap saat ini adalah zaman milenial. Namun tradisi positif seperti rewang ini masih ada di daerah saya.

Sebenaranya kalau dari saya sendiri, pengertian rewang adalah saling membantu. Membantu siapa? Membantu tetangga, membantu saudara, dan membantu yang lainya. Positifkan? Karena dengan saling membantu ini akan menghasilkan kerukunan antar keluarga dan kerukunan antar tetangga serta juga meningkatkan silaturrahim antar anggota keluarga.

Pada kesempatan ini saya rasa cukup sampai di sini, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Mohon maaf kalau banyak sekali kata-kata yang tidak enak. Sebenarnya artikel ini ingin saya tuliskan dengan bahasa jawa tapi ndak jadi, heheh… Insaya ALLAH saya akan tulisakan beberapa¬† artikel yang berkaitan dengan kegiatan postif di daerah saya. Terima kasih!

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *