Ridho Orang Tua Ridho ALLOH

Ketahuilah Bahwa Ridho Orang Tua adalah Ridho ALLOH

Diposting pada

Ridho Orang Tua Ridho ALLOH ♦ Setiap orang yang terlahir di dunia pasti mempunyai orang tua. Tidak mungkin seseorang terlahir dari batu atau turun dari langit. Berkat jasa dari orang tualah kita bisa tumbuh menjadi dewasa sampai saat ini. Coba renungkan mengenai hal ini dengan mengingat jasa-jasa orang tua kita. Pasti jika kita bisa merenungkan mengenai jasa-jasa orang tua kita, maka insya ALLOH hati kita akan tereketuk dan bahkan bisa meneteskan air mata.

Atas semua jasa dan kasih sayangnya orang tua terhadap diri kita, maka kita wajib berbakti kepada orang tua. Praktek kecilnya adalah dengan mendengarkan dan mematuhi semua yang diperintahkan asalkan perintah itu tidak maksiat. Rasanya tidak pantas jika kita yang sudah dirawat hingga menjadi orang seperti ini kemudian membantah semua yang diperintahkan. Tentunya hal tersebut akan membuat hati orang tua menjadi sakit. Jika seperti itu, maka bersiaplah untuk menerima dosa dan siksaan dari ALLOH.

Ridho Orang Tua Adalah Ridho ALLOH

Bagi yang masih mempunyai orang tua, berusahalah untuk selalu membuatnya senang dan ridho. Karena sesungguhnya ridho orang tua adalah ridho ALLOH. Dan bagi yang orang tuanya sudah meninggal, jika orang tua tersebut beriman, maka doakanlah agar mendapatkan ampunan dari ALLOH. Karena jika orang tua meninggal belum beriman, kita tidak boleh mendoakanya. Hal itu pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim namun ditegur oleh ALLOH.

Seperti ceritanya Al-Qomah yang merupakan seorang yang ahli ibadah, namun karena tidak memenuhi panggilan orang tuanya. Al-Qomah dicoba oleh ALLOH karena doa dari orang tuanya. Kemudian dari Indonesia ada Malin Kundang yang di kutuk menjadi batu. Itu juga bisa menjadi nasihat bagi kita agar selalu berbakti kepada orang tua. Perhatikan penjelasan riwayat hadis berikut:

عن عبدالله بن عمرو عن النبى صلى الله عليه وسلم قَالَ رَضِيَ الرَّبِّ فِى رِضَى الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِى سَخَطِ الْوَالِدِ، رواه الترمذى

Artinya: “Dari Abdillah bin Amer, Nabi bersabda: ridhonya ALLOH kepada orang itu tergantung ridhonya orang terhadap orang tuanya dan murkanya ALLOH di dalam marahnya orang tua”. (H.R Tirmidzi)

عن ابى الدرداء اَنَّ رَجُلًا اَتَاهُ فَقَالَ إِنَّ لِى إِمْرَأَةً وَاِنَّ اُمِّى تَأْمُرُنِى بِطَلَاقِهَا قَالَ اَبُوالدرداء سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلَ الْوَالِدُ اَوْسَطُ اَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذٰلِكَ الْبَابَ أَوِاحْفَظْهُ، رواه الترمذى

Artinya: “Dari Abi Darda’ ada seorang laki-laki dating kepadanya lalu berkata: saya punya istri dan ibuku menyuruhku untuk menceraikanya? Abi Darda’ berkata: saya pernah mendengar Nabi bersabda: Orang tua adalah pintu surga yang paling pol. Maka jika engkau tidak mau masuk surga melalui pintu tersebut, ya… sudahlah. Dan sebaliknya”. (H.R Tirmidzi)

Dua penjelasan hadis di atas semoga dapat memberikan nasihat bagi kita untuk selalu menyayangi orang tua. Karena sesunggunhnya ridho orang tua adalah ridho ALLOH, dan orang tua adalah pintu surga bagi kita. Jadi jika ada istilah yang menyebutkan bahwa surga di bawah telapak kaki ibu, itu adalah benar. Semoga bermanfaat!

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *