hukum tajwid surat al-mujadalah ayat 11 lengkap

Hukum Tajwid Surat Al-Mujadalah Ayat 11 Lengkap Dengan Penjelasan dan Kandungan

Diposting pada

Hukum Tajwid Surat Al-Mujadalah Ayat 11 Lengkap ♦ Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh, semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kewarasan oleh ALLOH SWT. Sehingga kita dapat beraktifitas dan terus beribadah kepada-NYA.

Saat artikel pembelajaran tajwid surat al-Mujadalah ini ditulis, dunia sedang mendapatkan musibah yang berat dari ALLOH SWT, yaitu dengan mewabahnya virus corona. Saudara-saudara kita di Indonesia juga ada beberapa orang yang menjadi korban dari virus ini. Dan ada banyak orang yang juga terkena dampaknya.

Perlu diketahui bahwa semua itu adalah ujian dari ALLOH untuk orang-orang beriman dan merupakan siksa untuk orang-orang yang tidak beriman. Jadi mari kita bisa saling berintropeksi diri mengenai amalan kita masing-masing.

Salah satu amalan yang bisa kita lakukan adalah tadarus Al-Quran disela-sela kegiatan kita di rumah. Karena amalan membaca Al-Quran adalah amalan yang bisa mendatangkan pahala dari ALLOH SWT. Selain itu, pada artikel ini juga saya tuliskan hukum tajwid di surat Al-Mujadalah ayat 11.

Hukum Tajwid Surat Al-Mujadalah Ayat 11 Lengkap Dengan Penjelasan

Berikut ini saya tuliskan penjelasan hukum tajwid yang terkandung pada setiap hurufnya. Mohon untuk diperhatikan.

hukum TAJWID SURAT AL-MUJADALAH AYAT 11 LENGKAP

  1. يَا أَ = Mad jaiz, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah di lain kalimat. Cara membacanya panjang seperti mad thabi’i 2 harakat atau 4 harakat.
  2. لَكُمْ تَفَسَّحُوْا = Idhar safawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf ta’. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.
  3. فِيْ الْمَجَالِسْ = Al qomariah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf mim.  Cara membacanya harus terang dan jelas.
  4. يَفْسَحِ الله = Lam tarqiq, karena ada lafal ALLAH yang didahului kasroh. Cara membacanya tipis.
  5. انْشُزُوْا = Ikhfa haqiqi, karena ada huruf nun mati/sukun bertemu dengan hurud syin. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf syin.
  6. نْشُزُوْا = Ikhfa haqiqi, karena ada huruf nun mati/sukun bertemu dengan hurud syin. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf syin.
  7. يَرْفَعِ الله = Lam tarqiq, karena ada lafal ALLAH yang didahului kasroh. Cara membacanya tipis.
  8. مِنْكُمْ = Ikhfa haqiqi, karena ada huruf nun mati/sukun bertemu dengan hurud kaf. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf kaf.
  9. تُوْ الْعِلْمَ = Al qomariah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf ain.  Cara membacanya harus terang dan jelas.
  10. دَرَجَاتٍ = Mad arid lisukun, karena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’i. Cara membacanya boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.
  11. وَاللهُ = Lam tafkhim, karena ada lafal ALLOH yang didahului fatkhah. Cara membacanya tebal.
  12. خَبِيْرٌ = Mad arid lisukun, karena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’i. Cara membacanya boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.

Untuk hukum tajwid mad thabi’i tidak saya tuliskan, karena saya anggap sudah tahu semuanya.

Isi Kandungan Surat Al-Mujadalah Ayat 11

hukum TAJWID SURAT AL-MUJADALAH AYAT 11 LENGKAP

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Ayat ini memerintahkan kita sebagai orang iman agar dapat berbagi tempat ketika mencari ilmu. Namun secara umum ayat ini menjelaskan tentang wajibnya mencari ilmu, karena dengan ilmu tersebut maka ALLOH akan mengangkat derajatnya orang iman.

Secara khusus ayat ini ditujukan untuk anak-anak muda supaya bisa lebih menghormat kepada orang yang lebih tua. Apalagi dalam masalah mencari ilmu, yaitu dengan mengagungkan orang yang lebih tua. Maka ALLOH akan mengangkat derajatnya.

Asbabul nuzulnya; ayat ini turun di hari jum’at, dimana sebelum khotbah Nabi masih menunggu veteran perang badar. Pada saat veteran perang badar datang, keadaan masjid sudah penuh dan mereka harus menuggu di luar. Akhirnya Nabi memerintahkan kepada beberapa orang iman lainya untuk memberikan tempat duduk kepada veteran perang badar. Namun mereka tidak mau, lalu turunlah ayat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *