Umroh Digital

Umroh Digital Bersama Tokopedia dan Traveloka

Diposting pada

Umroh Digital ♦ Dengan semakin majunya tekonolgi digital yang ada di dunia. Semua kegiatan manusia tersebut terasa menjadi lebih mudah dan tersistem. Sehingga hasil pekerjaan yang dilakukan menjadi mudah untuk dikontrol serta dievaluasi. Saat ini masalah ibadah pun juga dapat memanfaatkan teknologi digital. Salah satunya adalah dengan adanya wacana umroh digital yang dirancang oleh pemerintah Indonesia.

Teknologi digital telah banyak mengakibatkan perubahan yang mendasar bagi pelaku bisnis konvesional dan ekonomi syariah. Termasuk kemungkinan akan terubahnya bisnis proses penyelenggara umroh. Maka sebagai manusia yang hidup di era milenial seperti sekarang, bersiaplah terhadap perubahan dengan menigkatkan pengetahuan kita terhadap trasaksi syariah yang halal.

Wacana Umroh Digital

Sebagai Negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia, Indonesia menjadi target utama Kerajaan Saudi Arabia untuk bisa mendatangkan jamaah umroh dengan taget 30 juta kunjungan di tahun 2030 dari seluruh dunia. Dan diharapkan dengan adanya umroh dengan system digital tersebut perjalanan umroh akan lebih mudah dan murah.

Wacana umroh digital tersebut mulai dibacarakan setelah pemerintah Republik Indonesia diwakili Menteri Kominfo Rudi Antara dengan pemerintah Kerajaan Saudi Arabia yang diwakili Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Abdullah Al Swaha. Keduanya sepakat untuk menanda tangani MOU kerja sama inisiasi pengembangan umroh secara digital.

Umroh Digital Bersama Tokopedia dan Traveloka

Kerja sama yang dilakukan rencananya akan melibatkan 2 perusahaan unicorn yaitu PT Tokopedia dan PT Traveloka yang akan membentuk enterprise umroh digital. Namun yang terjadi dengan adanya kesepakatan ini menjadi pembicaraan dikalangan penyelenggara umroh dan masyarakat Islam pada umumnya. Karena masih bingung mengenai skema pelaksanaan umroh melalui tokopedia dan traveloka. Dan yang menjadi pertanyaan yang paling penting adalah mengenai kehalalanya, karena kedua perusahaan tersebut adalah milik non muslim.

Namun sebenarnya, menurut penjelasannya pelayanan umroh digital tersebut tidak akan menyentuh prosesi ibadah, tetapi berkaitan dengan transport akomodasi dan catering. Adapun penyelenggaraan umroh tetap akan diserahkan kepada operator umroh yang sudah terdaftar di kemenag. Dan perlu diketahui bahwa inisiatif ini masih sebatas wacana yang masih harus dipelajari ketetapan hukum islamnya.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sebagai umat muslim paling tidak kita bisa mengetahui akan hal ini. Karena tidak menutup kemungkinan wacana / rencana ini akan terwujud di kemudian hari nanti. Pada initinya kita juga harus menyaring akan adanya wacana ini karena untuk memastikan kehalalan ibadah kita. Sehingga rencana ibadah kita di Tanah suci dapat sempurna, dan semoga kita juga bisa dapat melaksanakan umroh dan haji. AMINNN

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *